iklan 728x90

Pages

Showing posts with label pokok. Show all posts
Showing posts with label pokok. Show all posts

Saturday, 26 October 2013

Gempar! Saintis Australia temui daun pokok hasilkan emas


Pasukan saintis di Perth , Australia Barat , telah menemui zarah emas pada daun, ranting dan kulit pokok eucalyptus yang mereka dakwa bakal memberi kesan besar terhadap perlombongan emas.

Pasukan penyelidik CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation) menduga, pokok-pokok itu tumbuh diatas tanah yang mengandungi emas jauh dibawah tanah , menyerap emas ketika mencari kelembapan semasa musim kering.

Dr Melvyn Lintern , geochemist dari pasukan penyelidikan CSIRO dan penulis utama kajian itu , berkata , pokok-pokok itu seolah memberitahu kepada pasukan saintis apa yang ada dibawah permukaan bumi.

" Pokok-pokok ini nampaknya menghisap emas dari kedalaman 30 meter , yang bermaksud sama dengan bangunan 10 tingkat . "

Zarah emas itu kira - kira satu perlima daripada diameter rambut manusia dan 500 pokok hanya mampu menghasilkan emas untuk sebentuk cincin kahwin


Pasukan penyelidik berkata, mereka juga mendapati emas di daun pohon -pohon yang lain, seperti akasia dan mulga .

Penemuan tersebut, yakni yang pertama di dunia dan pertama kalinya zarah emas dijumpai di benda hidup, jelas memancing minat besar di kalangan perlombongan emas dan sektor eksplorasi.

Bekas geochemist dari Newmont Mining, Nigel Radford , berkata , implikasinya terhadap eksplorasi emas sangat besar.

Menurutnya , eksplorasi emas kemungkinan akan menjadi jauh lebih cepat dan lebih murah.


tribunnews.com

View the original article here

Gempar! Saintis Australia temui daun pokok hasilkan emas


Pasukan saintis di Perth , Australia Barat , telah menemui zarah emas pada daun, ranting dan kulit pokok eucalyptus yang mereka dakwa bakal memberi kesan besar terhadap perlombongan emas.

Pasukan penyelidik CSIRO (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation) menduga, pokok-pokok itu tumbuh diatas tanah yang mengandungi emas jauh dibawah tanah , menyerap emas ketika mencari kelembapan semasa musim kering.

Dr Melvyn Lintern , geochemist dari pasukan penyelidikan CSIRO dan penulis utama kajian itu , berkata , pokok-pokok itu seolah memberitahu kepada pasukan saintis apa yang ada dibawah permukaan bumi.

" Pokok-pokok ini nampaknya menghisap emas dari kedalaman 30 meter , yang bermaksud sama dengan bangunan 10 tingkat . "

Zarah emas itu kira - kira satu perlima daripada diameter rambut manusia dan 500 pokok hanya mampu menghasilkan emas untuk sebentuk cincin kahwin


Pasukan penyelidik berkata, mereka juga mendapati emas di daun pohon -pohon yang lain, seperti akasia dan mulga .

Penemuan tersebut, yakni yang pertama di dunia dan pertama kalinya zarah emas dijumpai di benda hidup, jelas memancing minat besar di kalangan perlombongan emas dan sektor eksplorasi.

Bekas geochemist dari Newmont Mining, Nigel Radford , berkata , implikasinya terhadap eksplorasi emas sangat besar.

Menurutnya , eksplorasi emas kemungkinan akan menjadi jauh lebih cepat dan lebih murah.


tribunnews.com



View the original article here

Wednesday, 16 October 2013

Masjid berusia 7 abad ini dibuat dari pokok sagu

 Tampak luar Masjid Wapauwe (Nico Wijaya/ACI)

Kaitetu - Wapauwe adalah nama masjid tertua di Maluku, umurnya sudah mencapai 7 abad. Tapi tak hanya itu, masjid ini juga punya keunikan yakni terbuat dari pelepah sagu . Sampai sekarang, masjid ini masih berdiri kukuh !

Masjid Wapauwe punya sejarah panjang . Letaknya di utara Ambon, tepatnya di Desa Kaitetu , Kecamatan Leihitu , Kabupaten Maluku Tengah. Dibina tahun 1414, masjid ini berusia 7 abad sekarang. Pasukan Aku Cinta Indonesia dari detikTravel , pernah juga mampir ke masjid ini saat ekspedisi ke Ambon.

 Bagian dalam Masjid Wapauwe (Nico Wijaya/ACI)

Ada mitos seputar masjid tertua di Maluku ini . Konon , dulu Masjid Wapauwe tak berada di Desa Kaitetu tapi di Tehala . Ini adalah desa yang berada di atas bukit , tak jauh dari Kaitetu . Pada satu masa, masyarakat Tehala berpindah ke Kaitetu dan masjid itu pun ditinggalkan.

Akan tetap pada suatu pagi , saat masyarakat desa terbangun dari tidur, Masjid Wapauwe secara ghaib telah berada di tengah- tengah Desa Kaitetu . Ya , inilah cerita yang beredar di kalangan penduduk setempat.

 Imam di Masjid Wapauwe (Nico Wijaya/ACI)

Tapi tak perlu mitos untuk mengagumi masjid tua ini. Alih- alih dari kayu atau simen, Masjid Wapauwe terbuat dari pelepah sagu kering. Bangunan induknya hanya berukuran 10x10 meter, sedangkan bangunan tambahannya berupa serambi berukuran 6,35 x4 , 75 meter. Kerennya , pembinaan bangunan induk direka tanpa menggunakan paku atau pasak di tiap sambungan kayu.

Meski sudah ada masjid baru di Desa Kaitetu , Wapauwe masih berfungsi sebagai tempat salat Jumat maupun salat lima waktu. Masjid tua ini memang diubahsuai beberapa kali . Tak hanya luaran , bahagian dalam masjid juga masih sangat terawat. Di dalamnya terdapat bedug dan Al Quran tua yang kertasnya mulai termakan usia.

 Al Quran tulisan tangan yang masih bisa digunakan (Nico Wijaya/ACI)

Tak sukar menyambangi Masjid Wapauwe . Dari Kota Ambon, pelancong boleh menggunakan pengangkutan darat ke arah timur, menuju Negeri Passo . Di pertigaan menuju Passo , beloklah ke kiri dan lintasi jambatan. Traveler kemudian akan bertolak ke utara, melewati pergunungan hijau dan jalanan menanjak .

Sebelum tiba di Kaitetu , anda akan melewati Negeri Hitu dengan jarak kira-kira 22 Km dari Kota Ambon. Tiba di perempatan Hitu , berbeloklah ke arah kiri menyusuri pesisir utara Semenanjung Hitu . Kira-kira 12 Km dari sana, anda akan tiba di Kaitetu .

http://travel.detik.com


View the original article here